Novel Arafat Nur Terbitan Nopember 2013

Arafat Nur

Novel ini mengungkap tentang kehidupan sosial yang begitu dekat, tentang sisi gelap politik dan cinta. Penuh dengan persoalan rumit dan berliku-liku, tetapi diceritakan dengan sangat lugas dan mengalir. Politik, cinta, takut kehilangan, kesedihan, dan perasaan tidak berdaya begitu kental dalam cerita. Selain mengandung wawasan luas, juga sangat menghibur.

Pujian:

Novel ini sangat luar biasa dan membius; mampu merekam every detail of sequel Aceh pasca konflik dan tsunami. Transisi Aceh ke demokrasi ternyata secara cerdik direbut oleh orang-orang hipokrit, kejam, dan bodoh. Burung Terbang di Kelam Malam adalah sebuah auto-etnografi mengenai dunia wartawan, politisi, dan orang-orang biasa yang dihadirkan secara realis dengan romantisme lucu, satir, dan sinis. Semua peneliti dan pemerhati Aceh harus membaca novel ini untuk lebih memahami ‘zeitgeist’ Aceh masa kini.

Al Chaidar, Pengamat Politik dan Teroris Nasional, juga salah seorang penulis buku Aceh Bersimbah Darah, tinggal di Aceh.


Pada dasarnya saya tidak terlalu suka dengan novel, tetapi begitu membaca Burung Terbang di Kelam Malam, saya sangat penasaran, begitu emosi, sedih, haru, dan lucu. Saya suka sekali dan tidak bisa melepaskan sampai cerita berakhir dengan sangat mengejutkan. Sangat indah dan romantis sekali dibandingkan novel yang pernah ada. Betul-betul nyata, tidak terduga, dan membuat saya terpaksa berkali-kali menahan napas!

Lan Chin, warga turunan Thionghua, karyawati swasta di Tangerang.


Judul       : Burung Terbang di Kelam Malam
Penulis    : Arafat Nur
Penerbit    : PT Bentang Pustaka, November 2013.
 
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki