Puisi: Bendera di atas Langit Kita

Nanda Feriana
Puisi Karya Nanda Feriana
Puisi 2

Bendera di atas Langit Kita

Tiba-tiba saja
Langit tak lagi biru ketika sehelai kain melambai-lambai
Diterpa angin bernama perjuangan
Diterpa badai bernama kemerdekaan
Diterpa Hujan yang terkadang bernama hujatan

Maka lihatlah
Kain demi kain memerahkan langit
Wajah demi wajah memerahkan murka
Murka demi murka memerahkan kita

Di tanah ini lahan-lahan hati seperti tak lagi dialiri kesucian
Gersang, kerontang
Birahi kekuasaan mengangkangi satu persatu aturan negeri
Tanah yang pernah berparut ini,
seperti akan luka kembali

Satu jengkal di atas kepalaku ini, Tuhan seperti sedang bersembuyi
Mereka datang dan merebut langitNya hari ini
Lalu HukumNya ditiupkan angin
Dibawa pergi jauh bahkan seperti tak pernah ada

Sementara,
Helai kain yang tak tertulis nama tuannya itu masih melambai-lambai
Kering dalam hujan, basah dalam matahari

Kicau burung di pagi hari itu tiba-tiba mensenandungkan lagu ‘Aceh Loen Sayang’
Mungkin, hanya dalam nyanyian burung
Lagu itu kini terdengar…                       

Krueng Geukuh 5 April 2013
Puisi 2

“Keriput” Sebelum WaktunyaKau yang Muda,
Lihatlah garis keriput halus
yang akan berbaris di wajahmu beberapa masa lagi
Bayangkan urat-urat waktu yang akan bertumpuk di sana
dan, lihatlah sayapmu
Tatap langit di atas kepalamu itu
Kemana kau akan terbang hari ini?

Kau dengarkah itu?
Suara deburan ombak kehidupan masih beriak-riak
Dalam aliran darahmu yang bergejolak

Hei Kau yang Muda,
Dengarlah setiap makna dari bunyi derak tapak yang menginjak tanah
Lalu hitunglah seberapa banyak langkah mu mengukir sejarah
atau mungkin kah sejarah mati dalam tapak-tapak yang pergi
karena Kau injak sendiri oleh oleh keangkuhan dan kebodohan
Lalu Kau Tertatih-tatih, ringkih, bagai manusia tanpa tulang-belulang

Kau yang Muda,
Liur mu tumpah ketika berbicara perjuangan
Serak suara itu meneriakkan kebenaran
Meneriaki hingga menembus langit dan lautan
Tapi kemudian kau diam dalam buaian dunia
Tertidur dalam ruang-ruang kemunafikan
Bersembuyi dari kejaran ketakutan

Kau yang Muda
Kau keriput sebelum waktunya

Kau yang Muda
Kau yang keriput sebelum waktunya
Kau yang lama tertidur
Kau yang kini lumpuh 
Bangunlah !

         Krueng Geukuh, 21 Maret 2013

Nanda Feriana, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Unimal dan Siswa Sekolah Demokrasi Aceh Utara Angkatan III

Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki