Home » , » Hasbi Amiruddin: Ilmu Pengetahuan akan Mengalahkan Siapapun

Hasbi Amiruddin: Ilmu Pengetahuan akan Mengalahkan Siapapun

Written By Peradaban Dunia on Thursday, 16 May 2013 | 02:03

Prof Dr Hasbi Amiruddin MA (tengah) dalam pengajian KWPSI (Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam), Rabu 15 Mei 2013, di warung Rumoh Aceh, Banda Aceh. Foto: Thayeb Loh Angen
Peradaban Dunia, Banda Aceh - Guru Besar IAIN Ar-Raniry  Prof Dr Hasbi Amiruddin MA, mengatakan Ilmu pengetahuan akan mengalahkan siapapun. Menurutnya, negara besar yang maju sekarang karena bangsanya punya pengetahuan. Misalnya, kata dia, negara Israel yang berpenduduk sedikit bisa menguasai negara adidaya.

 “Calon presiden Amerika Serikat tak terpilih jika tanpa dukungan Yahudi. Dulu, Turki Usmani menguasai dua pertiga dunia karena mengembangkan pengetahuan, mereka memiliki semua yang dibutuhkan sebuah negara adidaya, namun terakhir mereka tidak lagi mengembangkan hal tersebut. Ilmu pengetahuan akan mengalahkan siapapun,” kata dia.

Menurutnya, orang Korea Selatan sekarang mengambil ayat Al Quran untuk falsafah negaranya. Kata dia, ayat Al Quran yang bermakna ‘tidak akan mengubah nasib satu kaum sampai kaum itu mengubah nasibnya sendiri.’

“Ayat suci mat Islam itu mereka ambil menjadi pedoman negara dalam sebuah konferensi internasional Asia Fasifik di Malaysia. Mereka membuat konferensi tersebut setelah menelaah sistem di seluruh negara. Karena tidak ada yang cocok, mereka membuat konferensi untuk membuat sistem sendiri,” kata Hasbi.

Di Indonesia, kata dia, Habibi memproduksi pesawat terbang, namun USA selalu menghalanginya, sampai presiden setelah Suharto tersebut terpaksa menandatangani sesuatu dengan resiko tak bisa lagi memproduksi pesawat terbang.

Terkait isu Syiah, profesor mengatakan bahwa hal tersebut merupakan provokasi kerajaan Arab Saudi karena mereka takut revolusi Iran merambah Saudi sehingga runtuhnya sistem monarki di negara tersebut.

“Saat Shah Iran Reza Fahlevi masih raja Iran, tidak ada masalah antara Syiah Iran dengan Sunny Arab Saudi karena sistem kedua negara sama-sama monarki. Kalangan istana Saudi khawatir pada ide revolusi. Kini, di Saudi ada Syiah, mereka aman-aman saja, itu hanya isu kepentingan politik penguasa,” kata profesor dalam pengajian KWPSI (Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam), Rabu 15 Mei 2013, di warung Rumoh Aceh, Banda Aceh.

Menurutnya, aliran Syiah yang mencerca sahabat nabi, tau yang shalatnya aneh, tidak ada lagi sekarang karena kaum negara Iran melarangnya. Kata dia, konflik Syiah dan aliran Islam lain sudah selesai lebih seribu tahun lalu saat masalah itu muncul.

“Saya sudah beberapa kali ke Iran, tidak ada lagi yang seperti itu, bahkan saya dihormati di sana, mereka tahu saya Sunny. Tauhid dan fiqah antara Syiah dan Sunny sama. Itu yang saya lihat di Iran dan negara lain di timur tengah. Islam mencapai puncak keemasan itu saat memakai aliran yang paling rasional,” kata Hasbi.pd
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Web Design : Peradaban Dunia Team | Redaksi | About
Copyright © 2011. Peradaban Dunia - All Rights Reserved
www.peradabandunia.com