Aceh Perlu Penyair Istana

Kitab Asrar Suluk Malik Al Muluk karangan Syekh Baba Daud Ar-Rumi, koleksi Tarmizi A Hamid. Foto: Thayeb Loh Agen
Banda Aceh - Sepanjang sejarah, sultan Aceh memiliki penyair khusus untuk menyampaikan pesan-pesan dari istana. Penyair tersebut adalah orang terpilih dari kalangannya.

Demikian kata pengurus Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT), Thayeb Loh Angen, dalam sebuah diskusi bersama seniman, di kantornya, Banda Aceh, Jumat, 8 Mei 2013. Kata dia, ketika perang Aceh dengan Belanda terjadi sejak 26 Maret 1873, keberadaan penyair istana hilang bersamaan dikuasainya istana Daruddunya oleh penjahat dari Eropa Utara tersebut.

“Adanya penyair istana telah diceritakan secara turun-temurun dari kalangan pewaris kebudayaan Aceh. Beberapa akademisi senior di Aceh membenarkan adanya penyair istana. Jika belum ada referensi tertulis tentangnya, maka peminat sejarah dan seni Aceh harus menulisnya. Ini kekayaan budaya kita,” kata Thayeb.

Ketika hilangnya istana dalam kekuasaan Aceh, kata Thayeb, para penyair ikut serta berperang dan membangkitkan semangat perang sabilillah bersama para ulama dan pejuang Aceh lainnya.

“Bahkan ulama sendiri, ikut menuliskan hikayat untuk kepentingan perjuangan tersebut. Misalnya Hikayat Prang Sabi yang dikarang oleh Teungku Chik Pante Kulu, Hikayat Prang Gompeuni, dan lain-lain,” kata Thayeb yang juga Kepala Sekolah Hamzah Fansuri.

Menurutnya, Hikayat Prang Sabi dibacakan di pusat keramaian dan rumah-rumah untuk menarik perhatian penduduk. Para penyair, kata Thayeb, menghafal bait-bait syair tersebut. Namun, menurut dia, ketika Belanda melihat pengaruh hikayat tersebut, Belanda mulai melarang membaca dan menangkap pembacanya.

“Jika di dunia Timur Tengah ada budaya membaca syair, di Eropa ada budaya membaca puisi, maka di Aceh dan Asia Tenggara ada budaya membaca hikayat. Pada awalnya semua jenis ini seni tutur, kemudian ketika peradaban manusia mengenal tulisan, maka syair, puisi dan hikayat pun ditulis,” kata Thayeb yang juga bekas anggota Polisi Militer GAM.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki