Mimbar Penyair Istana

Wawancara dengan Muda Balia, peraih Rekor Muri Baca Hikayat 26 Jam Tahun 2010, 
                                  tentang rencana Deklarasi Mimbar Penyair Istana

PD: Menurut informasi, Anda berencana membuat sebuah Mimbar Penyair, program apakah itu dan bagaimana hal tersebut menjadi perlu?

Muda Balia: Ya, namanya Minbar Penyair Istana. Ini merupakan salah satu cara untuk membangkitkan kembali seniman hikayat di Aceh. Mimbar Penyair Istana harus kita deklarasikan terlebih dahulu.

 Insyaallah, melaluinya, kita akan melahirkan para penyair yang berakhlak baik  dan mampu mengharumkan nama Aceh di mata dunia seperti para penyair-penyair di masa silam. Meraka juga akan dapat menjadi penyair di masing-masing kabupaten-kota di Aceh. Merekalah yang menjadi penerus pembaca hikayat warisan budaya ini.
 

PD: Kapan dan di mana Anda akan mendeklarasikannya, dan bagaimana bentuk kegiatan Mimbar Penyair Istana tersebut setelah dideklarasikan?

Muda Balia: Insyaallah, kita akan mendeklarasikan Mimbar Penyair Istana ini dalam waktu dekat, kalau Gubernur mengizinkan, kita akan mendeklarasikannya di Meuligoe Gubernur Aceh. Setelahnya, kita akan melatih para penghikayat baru untuk masa depan, juga sesekali membuat pertunjukan, jika perlu.
 

Kalau MUNA (Majelis Ulama Nanggroe Aceh –red) berkenan berkerjasama, kita akan menjadikan Mimbar Penyair Istana ini sebagai seni media dakwah untuk mengangkat kembali marwah Islam di bumi Serambi Mekkah ini. Kita harap Gubernur dan MUNA Aceh akan setuju dengan ide ini untuk membangun generasi bangsa.

PD: Bagamana Anda bisa optimis dengan ide ini, sementara masih banyak hal lain yang harus diurus oleh Gubernur dan MUNA Aceh?

Muda Balia: Saya yakin ini akan berhasil karena saya tahu, Gubernur dan MUNA Aceh memiliki tujuan yang sama, yakni, mengharumkan nama Aceh di mata dunia.

PD: Baiklah, bagaimana rekan-rekan seniman akan mendukung program Mimbar Penyair Istana yang Anda canangkan?

Muda Balia: Insyaallah, ini akan terwujud. Kita tahu, semua rakyat Aceh, lebih lagi senimannya, baik yang berada di Aceh maupun di luar, pasti ingin seni warisan indatu dikenal di seluruh dunia.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki