Kalangan Dayah Aceh Diskusi Politik di Kantor PuKAT

Muhajir Al Fairusy

Peradaban Dunia, Banda Aceh – Para pemerhati Islam dari kalangan IKABANA Babun Najah Banda Aceh melaksanakan diskusi terbuka bertema "Menoropong Posisi Santri/Awak Beut di Tengah Dinamika Politik Aceh," pada Kamis 9 Mei di kantor PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki), Banda Aceh.

Demikian kata ketua panitia Muhajir Al Fairusy, Minggu 5 Mei 2013, di Banda Aceh. Kata dia, acara tersebut akan dipandu oleh dosen Unimal peneliti sosial agama, Abidin Nurdin, dan santri Aceh alumnus Mesir, Nasril, Lc.

“Kita ingin menghidupkan diskusi terbuka di kalangan anak dayah untuk menyeimbangkan paradigma mereka terhadap perubahan politik yang begitu cepat di zaman sekarang. Anak dayah saat ini harus memahami politik sebagaimana anak dayah di masa Kesultanan Aceh Darussalam,” kata Muhajir.

Antropolog lulusan UGM (Universitas Gajah Mada) ini menegaskan bahwa kalangan dayah harus memahami politik. Pemahaman ini, kata dia, penting agar mereka tidak menjadi korban ketika dimanfaatkan oleh partai tertentu sebagaimana yang sudah-sudah.

“Orang-orang dayah harus punya pendirian kukuh dalam bidang politik. Mereka harus menjadi penengah dalam menyelesaikan masalah di Aceh, bukan menjadi pengikut partai tertentu. Umat butuh figur pemersatu sekarang. Orang dayah bisa melakukannya jika memahami politik dan berdiri di posisi netral,” kata Muhajir.

Ketua harian PuKAT, Thayeb Loh Angen, mengatakan, diskusi serupa dapat dilakukan sebulan sekali dengan tema dan pemandu yang sama atau berbeda.

“Kita membuka tempat secara sukarela dan seluas-luasnya kepada yang berminat berdiskusi dalam bidang kebudayaan, sejarah, seni, politik, agama, ekonomi, dan sebagainya. Vivi misi PuKAT adalah menyamakan persepsi dari banyak kalangan dalam banyak hal,” kata Thayeb.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki