Gol A Gong Bawa Konsep Rumah Dunia ke Aceh


Doel CP Alisah dari Aliansi Wartawan Aceh (ASA) di Temu Komunitas Sastra se-Nusantra, Rumah Dunia, Banten, 20-22 Juli 2007. Foto: Rumah Dunia
Peradaban Dunia, Banda Aceh – Sastrawan Indonesia, Gol A Gong, memberikan konsep organisasi menulis dan membacanya yang bernama Rumah Dunia dalam berdiskusi dengan penulis Aceh. Acara yang dihadiri peserta dari beberapa organisasi tersebut dilaksanakan di kantor JKMA (Jaringan Komunitas Masyarakat Adat) Aceh, Lamgugob, Banda Aceh, Sabtu, 4 Mei 2013.

Acara temu ramah yang berlangsung pukul 21.00-23.00 tersebut diawali dengan perkenalan dan pemutaran film Rumah Dunia. Setelahnya dilanjutkan dengan pembacaan puisi dalam kumpulan ‘Membaca Diri’ karya Go A Gong yang terbit pada April 2013.

“Semua orang Indonesia bisa puisi kalau orang-orang seperti kita mau mengajarkannya, ini yang kami lakukan di perkumpulan menulis bernama Rumah Dunia di Banten,” kata Gol A Gong dalam acara yang dimeriahkan oleh kue khas Aceh timpham ketela selai, kacang rebus, jagung rebus, serta kopi.

Menurutnya, para sastrawan harus mengabdi pada masyarakat dengan tulus supaya jiwa bangsa bisa dibangun dengan santun.

“Kata Saidina Umar bin Khattab, ‘Ajarilah anak-anakmu seni supaya jiwa mereka lembut,’ ayah saya selalu memesan agar saya mengabdi pada masyarakat dalam dunia menulis,” kata Gol A Gong di hadapan belasan
hadirin dari kalanan penulis.

Penyair Doel CP Alisah yang menjadi penghubung Gol A Gong dengan penulis di Aceh malam itu mengisahkan pengalamannya saat berkunjung ke Rumah Dunia.

“Saya ingin kawan-kawan muda di Aceh belajar sesuatu dari Gol A Gong tentang bagaimana cara ia membangun komunitas Rumah Dunia sampai berhasil dengan baik,” kata Doel CP Alisah.

Penyair Budi Aryanto, mengatakan, keberhasilan Rumah Dunia karena managemen bagus, kepercayaan pada orang lain, dan tranparansi keuangan.

Sastrawan Aceh, Herman RN, menceritakan tentang RN Pelangi binaannya pada pendiri Rumah Dunia untuk diberi nasehat supaya bisa berhasil dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Zulfadli Kawom membaca puisi dengan irama Pasai, seorang anggota Gemasastrin membaca hikayat ala (alm) Tgk Adnan PMTOH. Peserta lain membaca puisi.

Thayeb Loh Angen yang menghadiri acara tersebut, mengatakan bahwa Rumah Dunia menjadi salah satu cahaya sastra di Indonesia selain Rumah Kaca binaan Helvy Tiana Rossa dan Rumah Puisi Taufik Ismail.

“Itu patut ditiru, sangat baik untuk membangun peradaban dalam bidang dunia tulis menulis, ada beberapa organisasi menulis di Aceh, namun belum sebaik Rumah Dunia sehingga rekan-rekan harus belajar banyak dari Gol,” kata Thayeb yang merupakan promotor Hari Sastra Asia Tenggara yang akan dideklarasikan pada Sabtu 11 Mei di Auditorium Ali Hasjmy dan penetapannya dilakukan pada 21 Mei di ACC Sultan II Selim, Banda Aceh.

Acara diskusi dengan Gol A Gong dihadiri Budi Aryanto dari JKMA Aceh, Doel CP Alisah dari Aliansi Sastrawan Aceh, Herman RN dari RN Pelangi, Zulfadli Kawom dari Balai Sastra Samudra Pasai, Nazar Shah Alam dari Komunitas Jeuneurop, Rizki Alfi Syahril dari Komunitas Tikar Pandan.

Hadir juga Thayeb Loh Angen dari Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT) yang membentuk Sekolah Hamzah Fansuri, dan beberapa anggota JKMA Aceh. Setelah diskusi selesai, para penulis mengabadikan foto bersama dan membeli buku 'Membaca Diri.'tla
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki