Begini Muslim Perlakukan Biksu Myanmar

Interaksi antar Umat Islam dengan Buddha di Myanmar. Foto: facebook.com
Arakan - Sebuah foto interaksi antarumat Buddha dan umat Muslim muncul di laman Facebook. Foto tersebut memperlihatkan bagaimana Muslim Myanmar memberlakukan para biksu dengan baik.

Terlihat Umat Islam memberikan sedekah kepada para biksu Buddha. Di bagian lainnya, terdapat keakraban antara ulama dengan biksu yang sedang menghadiri suatu acara.

Foto tersebut muncul di laman Facebook dengan akun 'STOP Killing Muslims in Burma'.

Pengelola akun tersebut memberi komentar di foto tersebut. "How Muslims handle with Buddhist monks. So why you hate them?"

Hanya, persahabatan yang terlihat di foto tersebut ternyata berbanding terbalik dengan realitas di Myanmar. Polisi Myanmar melaporkan, Selasa (30/4) kemarin, kerusuhan antar umat Muslim dengan mayoritas Buddha muncul di kawasan komersial kota Oakkan. Kota ini berjarak 100 kilometer utara Yangon, ibu kota Myanmar.

Sekelompok umat Buddha bersenjatakan batu merusak masjid dan kemudian menghancurkan puluhan toko kaum muslim. Pemicu kerusuhan ini hanya karena adanya isu seorang perempuan Muslim sengaja menabrak biksu Buddha yang sedang meminta di jalan. 

Pembantaian Muslim Myanmar Bertentangan dengan Ajaran Buddha

Meningkatnya ketegangan antar etnis di Myanmar disesalkan oleh Umat Buddha Indonesia.
Ketua Sangha Mahayana Suhu Wiraduta menegaskan, penyerangan terhadap Muslim oleh biksu dan Umat Buddha Myanmar sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Sang Buddha.

"Kami sangat menolak segala macam bentuk kekerasan karena bukan akidah agama Buddha,"ungkap Wiraduta saat dihubungi RoL, Rabu (1/5). Wiraduta menjelaskan, Agama Buddha mengajarkan prinsip tidak boleh memaksakan kehendak asasi manusia. Apalagi membunuh.

Menurutnya, Buddha mengajarkan untuk menyelesaikan masalah dengan kedamaian. Dia pun prihatin dengan apa yang terjadi di Myanmar. Terlebih, mayoritas penduduk Myanmar penganut Agama Buddha.
"Pemerintahnya juga beragama Buddha, kita makanya menyesalkan,"jelasnya.

Hanya, Wiraduta mengaku tak dapat berbuat banyak untuk meminta para biksu di Myanmar menghentikan khotbah bernada kebencian. Pasalnya, para biksu Tanah Air tak memiliki hubungan langsung dengan para biksu di Myanmar.

Menurutnya, Umat Buddha di Indonesia memiliki perbedaan mazhab dengan Umat Buddha di Myanmar.

"Seperti Katolik dan Protestan,"jelasnya.
 
Situasi kembali memanas di Myanmar bagian tengah. Masjid dan toko Muslim kembali diserang sekelompok massa. Terlebih, provokasi juga dilakukan oleh biksu di Myanmar yang menyebarkan khotbah bernada kebencian kepada Muslim.republika.co.id
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki