Ampuh Devayan: Mendirikan Tugu Sastra Asia Tenggara, Ide Cemerlang, Saya Ikut!

D Kemalawati (kiri), Ampuh Devayan, Herman RN dalam sebuah diskusi.
Peradaban Dunia, Banda Aceh -  Penulis Aceh yang juga ketua Komunitas Panteue, Ampuh Devayan, mengatakan, ia sangat setuju dengan ide mendirikan Tugu Sastra Asia Tenggara oleh seniman. Menurutnya, membangun tugu tersbut di Banda Aceh merupakan ide cemerlang.

“Masalah tempat bisa disepati kemudian hari, yang jelas, lokasinya harus di tempat yang nyaman dan ada aura sastranya,” kata Ampuh Devayan, di Banda Aceh, Selasa, 14 Mei 2013.

Tanggapan tersebut ia sampaikan atas ide yang disampaikan Zulfadli Kawom terkait Deklarasi Hari Sastra Asia Tenggara yang dilakukan oleh Mahasiswa IAIN Ar-Raniry, pada 11 Mei lalu.

“Seniman harus mendirikan Tugu Sastra Asia Tenggara secara patungan. Misalnya, satu orang membeli satu sak semen, atau dua orang satu sak. Dengan begitu, maka tugu mungil itu segera siap,” kata Zulfadli.
Zulfadli Kawom

Ketua Balai Sastra Samudera Pasai ini melanjutkan, ketika siap, tugu tersebut harus diteken oleh orang nomor satu di Aceh serta seluruh seniman dan budayawan.

“Para penanda tangan itu harus menulis langsung namanya sebagai bukti sejarah. Tugu ini harus menjadi
Landa Mark Kota Banda Aceh seperti yang sudah ada, di antaranya simpang lima, kampus, mesjid raya, kuburan massal tsunami, dan mesium tsunami,” kata Zulfadli.

Tempat tugu tersebut, kata Zulfadli harus memakai land mark yang sudah ada, misalnya di Blang Padang, Taman Sari, dan sebagainya.

“Lokasi tugu tersebut harus di tempat umum. Orang yang lewat harus bisa membacanya tanpa sengaja,” kata Zulfadli.pd
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki