Satukan Pemerintah dan Seniman

(Kiri ke kanan) Thayeb Loh Angen, Teuku Kemal Fasya, Mahdi Idris, dan Ayi Jufridar, dalam sebuah diskusi tentang dunia seni dan kebudayaan, di Lhokseumawe, Maret 2013.
Dalam kebudayaan Aceh, pemerintah dan seniman berjalan seiring dalam membangun peradaban. Pemisahan antara kaum intelektual seperti seniman dengan pemerintah dilakukan oleh orang Barat terhadap negeri jajahan.

Mereka sengaja menjarakkan pemerintah dari sendi-sendinya agar kekuatan sebuah bangsa atau negara hilang. Ini perlu diluruskan sekarang. Bahkan, orang-orang berpotensi sekalipun masih terjebak dalam alur pikir seperti tadi.

Kita tidak perlu memaksakan nilai kepada orang-orang ini, hanya perlu menampakkan realitas atau mereka perlu disadarkan pada kenyataan tentang sumber pemahaman mereka dari mana dan itu akan menguntungkan siapa.

Dari hasil berdiskusi dengan kalangan pemerintah dan seniman selama beberapa tahun terakhir, kami menemukan bahwa selama ini antara seniman dan pemerintah jarang berkomunikasi. Sehinga sebagian orang-orang pemerintah dan usahawan menganggap seni dan kebudayaan hanyalah pertunjukan tari-tarian.

Kesalahan anggapan ini terjadi bukan salah orang-orang dalam pemerintahan, tapi seniman tidak menerangkan dengan benar tentang dunia seni dan kebudayaan, ditambah lagi pembisnis seni dan beberapa seniman yang datang membawa nama seni sementara tujuan mereka hanya mencari keuntungan materi dan nama dari pertunjukan. Ini menodai dunia seni itu sendiri.

Ketika masalahnya sudah seperti ini, penyelesaiannya menjadi tanggung jawab seniman karena kita sudah terlanjur sok tahu dan sudah terlanjur sok menjadi pembela dunia seni, kebudayaan dan peradaban. Risiko dari sikap sok tahu adalah bertanggung jawab penuh dalam bidang yang kita telah terlanjur mengklaim diri adalah bagian darinya. Selamat berjuang dalam masa peralihan sejarah.
 
Tulisan ini pernah dimuat di Kolom Manifesto Peradaban Harian Aceh, Ahad 22 April 2012,
 Oleh: Thayeb (Sulaiman) Loh Angen, Aktivis Kebudayaan di Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT).
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki