Pemko Banda Aceh Segera Jadikan Baju Adat Jadi Baju Dinas

Satpam memakai baju adat dan pedang Aceh pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh ke 808, Selasa, 22 April 2013. Foto: Suryadi.
Peradaban Dunia, Banda Aceh - Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh ingin secepatnya diberlakukan aturan kepada setiap pangawal seperti satpam dan penjaga gampong di wilayah Kota Banda Aceh supaya memakai baju adat Aceh saat bertugas.

Hal itu dikatakan Ketua MAA Banda Aceh Sanusi Husen saat penutupan Lomba Dalail Khairat se-Kota Banda Aceh, Kamis malam, (25/4) di Banda Aceh. Dia mengaku, walau belum ditetapkan, satpam maupun pegawai sudah bisa memakai baju adat sebagai baju dinas mereka.

"Kami akan segera terjun ke setiap gampong untuk mengsosialisaikan rencana aturan ini. Baju adat akan dipakai di hari hari besar oleh bagi satpam dan pegawai dinas memang sudah dibicarakan pemerintah, itu akan segera dilaksanakan, Pemkot Banda Aceh dan DPRK sangat mendukung," kata Sanusi.

Menurutnya, bila ini sudah ditetapkan, para pemakai baju adat itu akan menjadi pagar gampong sebagai salah satu mewujudkan kota madani.

Salah satu grup Dalail Khairat tampil di Lomba Dalail Khairal se-Kota Banda Aceh yang dilaksanakan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, 25 April 2013. Foto | Suryadi.

Dalam kesempatan sama, Wakil walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, secara resmi menutup lomba Dalail Khairat di Gampong Deah Glumpang, Banda Aceh.

"Kegiatan ini untuk  mengukur seberapa jauh seseorang dalam kehidupan bermasyarakat bisa bertindak. Moral, etika, nilai, kreatifitas manusia, adalah aspek-aspek penting yang membentuk budaya itu dalam masyarakat,” kata Illiza seusai menutup acara tersebut.

Kata Illiza, dalail khirat bertujuan bukan hanya sebagai perlombaan tapi bagaimana menghidupkan kearifan lokal yang ada pada  masyarakat, yang berakar pada agama dan kebudayaan Islam," akunya.

"Dalail Khairat adalah salah satu cara masyarakat Banda Aceh untuk menunjukkan budaya dan menjadi bagian syiar agama dan Adat ini menjadi bukti bahwa adat Aceh memiliki akar dan struktur yang kuat, yakni kultur yang berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam dan budaya islami" jelasnya.

Kata dia, kegiatan tersebut diikuti sembilan grup perwakilan dari masing-masing kecamatan dalam lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. Lomba ini, akunya, dilaksanakan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, sejak 23 sampai dengan 25 April 2013.

"Pemenang lomba akan diumumkan pada malam puncak kegiatan HUT Kota Banda Aceh 808 di halaman gedung walikota," kata Illiza yang juga setuju baju adat dijadikan baju dinas satpam dan pegawai lainnya di Kota Banda Aceh.suryadi
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki