Cerpen: Ketika Penyihir Majapahit ke Paloh Dayah

Thayeb Loh Angen

Saat Gajah Mada dari Majapahit menyerang Samudera Pasai, mereka membawa sekelompok penyihir. Ketika perang berkecamuk dan pasukan Gajah Mada dikalahkan oleh Pasukan Teungku Malem Diwa, tiga orang penyihir tersesat ke Paloh Dayah.

“Kampung apa ini, penduduknya semua bersurban seperti para Brahma di negeri kita,” kata Raden Aryasangkla, lelaki kurus dengan kumis menutupi mulutnya. Ia  dituakan dalam rombongan itu.
“Jangan-jangan mereka memang para Brahma musuh kita itu,” kata penyihir kedua seraya mengelus-elus perut buncitnya.

 “Ah, kau berpikiran buruk saja pada orang. Menurut penjaga kedai di seberang bukit itu, inilah kampung yang dibangun oleh orang dari Benua Asia Barat,” kata penyihir ketiga, dari wajahnya terlihat ia yang paling muda dalam rombongan itu.

Ketiganya mencegat seorang lelaki bersurban yang memperkenalkan diri sebagai Teungku Di Buket menyambut mereka dengan ramah. 
Setelah perkenalan, mereka menuju Dayah di tepi kolam untuk dipertemukan dengan Teungku Chik Di Paloh.

Di antara kicau murai dan punai, mereka telah berbicara seharian dalam bahasa sangskerta. Ketiga penyihir tertarik dengan penjelasan ulama dari Hadramaut Yaman itu. Tapi mereka mengajak adu kesaktian. Perarungan dimulai di tepi Kulam Dayah.

Ketiga penyihir kalah, darah kental keluar dari mulut mereka. Lalu, ketiganya masuk Islam. Hari-hari mereka setelahnya dihabiskan dengan belajar Islam. Setelah tiga tahun, mereka pulang ke Majapahit dan bergabung dengan para ulama dari Samudera Pasai yang telah memasuki Istana Prabu.
Entah bagaimana, beberapa waktu setelahnya Majapahit runtuh dan Islam berkembang pesat di tanah Pulau Jawa dan sekitarnya.

Tiga belas tahun berlalu. Ketiga orang itu muncul lagi di Paloh Dayah.
“Kami ingin bertemu maha guru,” ucap ketiganya serentak.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki