Husaini Ibrahim: Kajilah Karya Hamzah Fansuri, Temukan Kebenaran Letak Makamnya

Teks Foto: (Dari kiri) Pejuang Pendidikan di Wilayah Terpencil Aceh Hamdani yang kini kepala SMA 2 Seulimum, Lamteuba, Aceh Besar, Arkeolog Dr Husaini Ibrahim MA, Thayeb Loh Angen, Antropolog Muhajir Al Fairusy dalam acara Temu Ramah Institut Sastra Hamzah Fansuri (ISHF), di Banda Aceh, Minggu 3 Maret 2013. Foto: Mirza Putra.
Peradaban Dunia, Banda Aceh - Generasi muda di Aceh harus mengkaji secara mendalam karya-karya ulama besar Aceh Hamzah Fansuri yang tersebar di Asia Tenggara dan benua lainnya. Karya-karya tersebut bisa membatu Aceh menemukan identitas kembali.

Demikian kata Arkeolog dari Unsyiah Dr Husaini Ibrahim MA dalam sambutan pada Temu Ramah Institut Sastra Hamzah Fansuri (ISHF), di Banda Aceh, Minggu 3 Maret 2013. Acara ini turut dihadiri pengamat poltik dan keamanan Aceh Aryos Nivada, jurnalis dan penulis Iskandar Norman, aktivis HAM Asiah Uzia, antropolog Muhajir Al Fairusy.

“Warisan peradaban Aceh di masa gemilang ini akan membantu Aceh untuk bangkit kembali, generasi muda harus di depan,” kata Husaini dalam acara yang dipandu oleh Juru Bicara ISHF Maulana Muhibuddin Waly bin Abuya Muda Waly Al-Khalidy.

Pejuang pendidikan di wilayah terpencil Aceh, Hamdani, mengatakan, Aceh sebaiknya mencari kebenaran tentang letak makam Hamzah Fansuri agar generasi dunia ke depan punya kesimpulan.

“Walau letak makam bukan hal terpenting, namun penyamaan persepsi dengan data dan fakta perlu diupayakan sehingga hanya ada satu tempat makam Hamzah Fansuri, yakni apakah di Barus atau Oboh Subulussalam di bagian Selatan Aceh, Ujong Pancu Aceh Besar, Mekkah Almukarramah, atau malah di tempat lain,” kata Hamdani yang kini kepala SMA 2 Seulimum, Lamteuba, Aceh Besar.

Sekretaris ISHF Mirza Putra mengatakan temu ramah ini merupakan silaturrahmi antara dewan penasehat, pengurus, dosen, dan peserta belajar untuk empat kelas yang dibuka, yaitu: jurnalis, sastra, fotography, dan seni berbicara di depan umum (public speaking-red). 

“Untuk angkatan I di tahun 2013 ini ada 45 siswa, mereka berasal dari hampir seluruh wilayah di Aceh yang masih menjadi mahasiswa Universitas Serambi Mekkah, IAIN, Unsyiah, dan juga yang kuliah pasca sarjana dan seorang pelajar SMA. Belajar akan dimulai pada Sabtu 9 Maret 2013 di tempat yang sama,” kata Mirza.

Rektor ISHF Thayeb Loh Angen mengatakan, ISHF sedang menjajaki kemungkinan untuk membuka cabang di Kota Langsa, Meulaboh, Subulussalam, Bireuen, Lamno, Lhokseumawe, Aceh Utara, Jakarta, dan kota-kota lain.

“Untuk tahun berikutnya, ISHF akan menambah jurusan selain yang sudah ada, akan ada jurusan Kepemimpinan, Kajian Manuskrip, Tata Boga, Tari, Lukis, Teater, Musik, dan lain-lain,” kata Thayeb yang juga mantan Polisi Militer GAM.
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki