Pemerintah Aceh Diminta Terima Rohingya Sebagai Penduduk

Peradaban Dunia, Aceh - 133 orang pengungsi etnik Muslim Rohingnya terdampar di Gampong Cot Trueng, Mukim Bungkah, Krueng Mane, Aceh Utara. Di antara mereka ada 2 anak kecil dan 6 perempuan.

Demikian kata Tengku Raman, Rabu (27/2/2013) melalui telepon selulernya. Para lelaki, kata Raman, tidur di meunasah, perempuan dan anakanak tidur di rumah mukim Wahab yang letaknya dekat meunasah tersebut.

 “Kami minta pemerintah Aceh memberikan kepada mereka hak tinggal seumur hidup, kalau harus menjadi WNI, mungkin itu plihan terbaik, tapi mereka harus tetap di Aceh. Kita telah banyak dibantu oleh orang luar saat konflik dan bencana alam tsunami. Kini giliran membantu orang lain,” kata Teungku Raman yang merupakan Imum Mukim Ababil dalam struktur KPA.

Zulfadli Kawom mengatakan, sekitar 96 orang Rohingya dikabarkan meninggal di tengah laut karena kelaparan. Menurutnya, pengungsi yang masih h idup dan terdampar di sana dirawat dengan baik sebagai pertolongan darurat.

“Mereka terdampar di sana sekitar pukul 18.00 WIB pada Selasa 2 Februari 2013. Bantuan penduduk dan Pemerintah Aceh sangat dibutuhkan. Ini solidaritas atau ukhuwah sesama Islam,” kata Zulfadli.

Seorang intelektual Turki, Mehmet Ozay, melalui surat elektronik mengatakan, Sabtu lalu ia bertemu dengan salah satu pemimpin Muslim Rohingya di Kuala Lumpur.

“Pemimpin Rohingya ini mengatakan kepada saya bahwa kondisi bangsanya di negeri Arakan, Myanmar lebih buruk dari sebelumnya. Meskipun semua lembaga internasional, termasuk yang disebut organisasi Islam dunia mengatakan bahwa mereka akan membawa bantuan dan berkontribusi untuk kehidupan masyarakat bangsa Rohingya supaya lebih baik di negara mereka sendiri, tapi sayangnya kini keadaan malah lebih buruk,” kata Mehmet.

Mehmet berharap Aceh dapat melanjutkan keramahan kepada orang Rohingya sebagaimana yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Para jurnalis di Aceh dapat mewawancarai pengungsi Rohingya ini, tapi harus selektif terhadap yang mereka menginformasikan karena dalam kondisi seperti ini, orang tidak dapat menyediakan informasi yang dapat dipercaya. Media di Aceh dapat berusaha membuat pemerintah Aceh, Indonesia, dan luar negeri di Jakarta menyelamatkan Rohingya,” kata Mehmet.tla
Share on Google Plus

About Peradaban Dunia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

PuKAT Aceh Turki