Jackie Chan Malu Anaknya Terjerat Narkoba

Written By Peradaban Dunia on Thursday, August 21, 2014 | 7:26 PM

Aktor Hong Kong Jackie Chan. Foto: Reuters/Phil McCarten
Jakarta - Jackie Chan mengatakan bahwa dia sangat malu dan merasa nama baik keluarganya tercemar atas kelakuan anaknya Jaycee (31 tahun) yang tertangkap atas dugaan kepemilikan ganja di Tiongkok.

Jaycee terjerat dalam kasus obat-obatan terlarang setelah polisi menemukan sekitar 3,5 ons ganja di rumahnya di Beijing.

Jackie Chan kemudian menulis surat yang ditujukkan kepada masyarakat yang pada intinya mengatakan bahwa dia gagal sebagai seorang ayah.

"Ketika pertama kali saya mendengar berita tersebut, saya benar-benar marah," tulis Jackie Chan dalam sebuah surat yang diposting di situs resminya seperti yang dikutip TMZ.

"Sebagai public figure, saya merasa sangat malu; sebagai ayahnya, saya sangat sedih dan kecewa. Tapi orang yang merasa paling sedih adalah ibunya."

"Saya berharap generasi muda kita akan belajar dari kesalahan Jaycee dan berada jauh dari penyalahgunaan narkoba."

"Saya ingin mengambil kesempatan ini dan mengatakan kepada Jaycee: Kamu telah melakukan sesuatu yang salah dan kamu harus bertanggung jawab atas konsekuensinya. Saya ayahmu dan saya akan selalu bersamamu. Kita akan menghadapi jalan yang ada didepan kita bersama-sama."

"Saya juga harus bertanggung jawab atas kejadian ini karena sebagai ayahnya, saya tidak mengajarinya dengan baik."

"Oleh karena itu, atas nama Jaycee dan saya sendiri, saya menyampaikan permintaan maaf kami yang terdalam kepada semua orang atas dampak negatif kepada masyarakat. Terima kasih," demikian seperti dikutip dari laman TMZ.antaranews.com

Jerman Pulihkan 118 Ribu Buku yang Terbakar, Termasuk Copernicus

Written By Peradaban Dunia on Wednesday, August 20, 2014 | 2:45 PM

Nicolaus Copernicus. Foto: wikipedia.org
Berlin - Sebuah pustaka sejarah di Berlin, Jerman, yang dilahap api pada tahun 2004 telah menyembuhkan 118.000 buku buku termasuk sebuah kopian buku astronomer Nicolaus Copernicus yang berumur 471 tahun di mana ia mengemukakan matahari, bukan bumi, adalah pusat alam semesta.

Kebakaran di perpustakaan bangsawan Anna Amalia, sebuah situs organisasi pelestarian dunia di bidang pendidikan, kemasyrakatan, dan budaya PBB di Weimar, dipercayai telah disebabkan oleh komplikasi listrik.

Sekitar 50,000 buku menjadi abu, termasuk Kary oleh penulis paling terkemuka Jerman, Johann Wolfgang von Goethe.

Para simpatisan telah mendonasikan €38.8 juta Euro untuk menolong perpustakaan menyelamatkan apapun dari kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran dan air yang dipakai untuk memadamkannya.

Di antara buku-buku yang rusa adalah karya Copernicus, On the Revolutions of the Heavenly Spheres, di mana astromer Polandia tersebut, yang lahir pada tahun 1473, menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta- sebuah theori revolusioner yang menyebabkan konflik dengan gereja Katholik dan mengguncang pandangan dunia abad pertengahan.

Beberapa buku yang selamat, termasuk buku Copernicus, akan dipamerkan pada akhir bulan ini. Edisi Copernicus tahun 1543 termasuk anotasi oleh pengarangnya, memberikan petunjuk tentang bagaimana buku ini diterima.

Buku-buku lain yang terselamatkan termasuk sebuah Bible yang diasiasikan dengan Martin Luther, pemimpin reformis Protestan abad ke-16, dan topeng kematian Friedrich Schiller, Penyair romantik Jerman dan sekaligus sahabat Goethe. (Terjemahan dari News Strait Times, 20 August 2014).nd

Makna 9 Tahun Perdamaian Aceh

Written By Peradaban Dunia on Thursday, August 14, 2014 | 5:13 PM

Jabat tangan setelah penandatanganan kesepahaman perdamaian antara orang Aceh di garis keras politik yang disebut GAM dan RI, Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Sembilan tahun telah pun berlalu, perang antara orang Aceh dengan tentara dan polisi Republik Indonesia telah berakhir sejak 15 Agustus 2005 karena ada perjanjian kesepahaman di Helsinki, ibukota Finlandia, di Eropa Utara. Lalu, setelah orang Aceh di garis keras politik menyerahkan akan senjatanya yang dibeli dengan uang patungan dari rakyat untuk dipotong-potong, maka orang Aceh diberi hak membuat partai sendiri yang hanya berkuasa di dalam wilayah Aceh, bukan lagi semata partai yang berpusat di Jakarta yang bisa berpolitik secara sah.

Sembilan tahun itu telah pun berlalu, dan yang terjadi hari ini, perdamaian Aceh, tidak direncanakan oleh orang Aceh sendiri sehingga Aceh hanya sedikit mendapatkan keuntungan daripada perjanjian itu. Bukan keuntungan yang tertulis di kertas, tetapi yang terjadi selama sembilan tahun ini.
Kekuatan Aceh yang sebelumnya utuh sehingga bisa melawan RI, telah pun dipecahkan, tepat begitu perdamaian dianggap akan terus berlangsung, setidaknya, sampai sekitar dua puluh tahun setelah ianya ditandatangani.

Sebelumnya, saya masih menduga bahwa orang Aceh yang menjalani politik keras bisa belajar daripada apa yang telah terjadi, akan tetapi ternyata mereka memang bebal. Kita semua tahu bahwa Irwandi-Nazar yang dimenangkan sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh pertama setelah perdamaian diteken adalah dukungan orang Aceh di garis keras politik sehingga rakyat memilihnya.

Namun, begitu memimpin, terjadilah perpecahan di antara mereka sehingga masing-masing punya kubu yang saling bertentangan. Sementara sebelum menadapatkan jabatan politik, mereka punya tujuan yang sama. Lalu, Nazar membuat partai sendiri karena orang Aceh yang di garis keras politik telah menyingkirkannya.
Setelahnya, Irwandi disingkirkan dari garis keras politik Aceh, lalu lahirlah partai baru, yang secara sekilas bisa kita lihat dan tanpa disadari oleh pengikutnya, didirikan hanya untuk menghancurkan partai induknya. Apakah ini keinginan orang Aceh?

Kini, pengganiti Irwandi-Nazar, muncul Zaini-Muzakir, pun bernasib sama. Mereka telah pun dipertikaikan. Apakah ini keinginan orang Aceh? Dan jika nantinya, salah satu dari Muzakir atau Zaini tersingkir, akankah membuat partai lain seperti Nazar dan Irwandi?

Itulah perdamaian Aceh, sembilan tahun telah pun berlalu, berapa peratuskah isi kesepakatan antara orang Aceh di garis keras politik dengan politisi RI telah dijalankan? Biasanya, segalah sesuatu itu akan dimenangkan oleh perancangnya. Dan perdamaian Aceh tidaklah dirancang oleh orang Aceh yang berada di garis keras politik. Lalu oleh siapakah?

Entah siapa yang begitu rapi mengatur opini masyarakat (publik) sehingga orang-orang yang dahulunya bersatu dan dihormati oleh sekalian rakyat, kini terpecah dan menjadi bahan cercaan. Dan, selain tidak bisa membela kepentingan Aceh secara politik dengan Jakarta, Irwandi-nazar, dan kini Zaini-Zakir yang memasuki masa menjabat kedua tahun, belum pun bisa memperbaiki Aceh, terutama di dalam bidang terpenting, yakni ekonomi.

Masih banyak orang miskin, masih banyak pengemis berkeliaran, masih banyak lapangan usaha dan kerja yang seharusnya ada akan tetapi tidak diadakan. Masih ada orang Aceh yang tidak bisa makan tiga kali sehari, banyak bayi kurang gisi, sementara pemimpin dan seluruh pegawainya, dan anggota dewan perwakilan rakyat, mendapatkan akan gaji yang banyak ditambah tunjangan kiri kanan serta, sebagian mereka mendapatkan itu bahkan dengan tidak menjalankan tugasnya, bahkan mereka pun masih merampas bagian orang lain daripada proyek-proyek yang diluncurkan oleh pemerintah.

Itulah makna sembilan tahun perdamaian Aceh, masih ada rakyat yang tidak makan tiga kali sehari, penjabat negara semakin korup, dan warisan budaya Aceh pun tidak dilestarikan dengan benar.

Apabila di masa peperangan dengan RI, orang Aceh mati karena ditembak oleh tentara dan polisi karena diperintahkan dari Jakarta, akan tetapi di dalam damai, mereka telah pun mati impian. Impian yang dulu seakan apabila orang di garis keras politik Aceh menjadi pembesar di pemerintahan niscaya kepentingan rakyat akan dijakankan, akan tetapi itu tidak pun terjadi.

Ironis, ribuan nyawa telah hilang karena perang yang berdarah-darah itu, akan tetapi sumber masalah –yakni korupsi- yang membuat tidak terpenuhinya kebutuhan rakyat, tidaklah dihilangkan, bahkan bertambah? Sebagaimana kata syair (saya tidak tahu siapa pengarangnya) ‘Oh lheueh bak babah rimueng, jiteumueng le babah buya. 

Itulah keadaan perdamaian Aceh setelah sembilan tahun berlalu, dan maknanya, isu bendera dan qanun untuk kepentingan Aceh seperti bendera Aceh menjadi barang dagangan untuk mendapatkan kemasyhuran dan pengalihan isu ketidakberhasilan penguasa baru tersebut.

Oleh Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan


Tiga Kali Perdana Menteri, Erdogan Kini Presiden Turki

Recep Tayyip Erdogan
Istanbul - Recep Tayyip Erdogan sukses melanggengkan kekuasaannya atas Turki. Setelah tiga kali berturut-turut menjabat perdana menteri (PM), pemimpin 60 tahun itu bakal duduk di kursi presiden. Dia mulai mencari PM baru yang akan menggantikan posisinya nanti.

"Hari ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Turki. Hari ini Turki lahir (kembali) dari debu-debunya dan Turki yang baru mulai dibangun," ujar Erdogan dalam pidato kemenangannya Minggu malam waktu setempat (10/8).

Ribuan pendukung dan simpatisan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) bersorak-sorai menanggapi pidato sang presiden terpilih yang disampaikan dari balkon markas AKP di ibu kota.

"Saya tidak hanya akan menjadi presiden bagi mereka yang memilih saya. (Tapi) Saya akan menjadi presiden 77 juta rakyat," tuturnya.

Tokoh yang sudah mendominasi politik Turki selama lebih dari satu dekade itu bersumpah mengubah citra presiden dalam pemerintahan. Selama ini jabatan presiden Turki hanya bersifat formalitas. Karena itu, PM lah yang jauh lebih aktif secara fungsional.

Dalam putaran terakhir kampanye kepresidenannya pekan lalu, Erdogan menegaskan niatnya untuk menjadi presiden yang aktif. Dia akan mengubah jabatan kepala negara menjadi posisi yang penting dan digdaya. Di bawah pemerintahannya nanti, dia berencana menggunakan hak presiden yang selama ini jarang dipakai. Yakni, memanggil parlemen dan mengadakan pertemuan kabinet.

Erdogan menjadi politikus pertama yang terpilih dalam pemilihan presiden (pilpres) langsung Turki pada Minggu (10/8). Hasil penghitungan sekitar 98 persen suara menobatkan mantan wali kota Istanbul tersebut sebagai pemenang. Dia meraup sekitar 52 persen suara. Sementara itu, dua pesaingnya, Ekmeleddin Ihsanoglu dan Selahattin Demirtas, masing-masing mengantongi 38,3 persen dan 9,7 persen suara.
Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) menyambut baik kemenangan Erdogan dalam pilpres langsung pertama Turki tersebut.

"Ini menunjukkan kehidupan politik Turki yang penuh semangat," ucap Vilija Aleknaite-Abramikiene, koordinator khusus OSCE yang menjadi salah satu pengawas dalam pilpres Minggu lalu.


Kemarin Erdogan langsung mengajak para petinggi partainya untuk rapat di markas AKP. Agenda tunggal rapat tersebut adalah transisi pemerintahan. Tepatnya penunjukan PM baru. Para pengamat politik menyatakan, siapa pun tokoh yang bakal menduduki kursi PM hanya akan patuh kepada perintah Erdogan. Setidaknya sampai pemilu berlangsung tahun depan, Erdogan akan menjadi penguasa mutlak Turki. (AP/AFP/CNN/hep/c15/tia/jpnn.com)

Keluarga Besar Salem Bey Turki Silaturahim di Kampung Meuse Aceh

Written By Peradaban Dunia on Thursday, July 31, 2014 | 10:45 PM

Keadaan tatkala tengah berlangsung acara silaturrahim akbar Keluarga Besar Salem Bey asal Turki dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H di rumah Iswar-Buleuen, Kampung Meuse, Krueng Panjoe, Bireuen, Kamis, 31 Juli 2014. Foto: Lodins
Bireuen - Keluarga besar Salem Bey asal Turki mengadakan silaturrahim akbar dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H di rumah Iswar-Buleuen, Kampung Meuse, Krueng Panjoe, Bireuen, Kamis, 31 Juli 2014.

Acara yang berlangsung dari pukul 10:00 WIB sampai setelah zuhur tersebut dihadiri seratusan turunan Salem Bay yang kini tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, dan lainnya. Turunan termuda yang hadir di acara ini adalah turunan ke tujuh. Acara ini dicetuskan oleh Asma, adik dari Sri Wahyuni bin Marzuki.

Ramly Ganie yang merupakan suami daripada Sri Wahyuni bin Marzuki tatkala menyampaikan sambutan di acara silaturrahim akbar Keluarga Besar Salem Bey asal Turki dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H di rumah Iswar-Buleuen, Kampung Meuse, Krueng Panjoe, Bireuen, Kamis, 31 Juli 2014. Foto: Lodins

Ahmad Humam Hamid tatkala menyampaikan sambutan di acara silaturrahim akbar Keluarga Besar Salem Bey asal Turki dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H di rumah Iswar-Buleuen, Kampung Meuse, Krueng Panjoe, Bireuen, Kamis, 31 Juli 2014. Foto: Lodins


Thayeb Loh Angen dari PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh-Turki), tatkala menyampaikan sambutan selama satu menit di acara silaturrahim akbar Keluarga Besar Salem Bey asal Turki dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H di rumah Iswar-Buleuen, Kampung Meuse, Krueng Panjoe, Bireuen, Kamis, 31 Juli 2014. Foto: Lodins


Bagilah Aceh ke dalam 6 Wilayah

Written By Peradaban Dunia on Saturday, July 26, 2014 | 3:06 PM

Tol. Foto: Antara
Sistem kapitalisme yang membentuk pusat pembangunan di satu titik sudah masanya ditinggalkan. Pembangunan Aceh mesti dibagi ke dalam enam wilayah supaya terciptanya keadilan, pemerataan populasi, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya yang semuanya akan menciptakan peradaban yang seimbang.

Dengan pembagian ini, niscaya tidak ada wilayah yang terpinggirkan dalam bidang apapun. Pemusatan pembangunan pendidikan atau industri ke dalam satu wilayah akan menciptakan kesenjangan sebagaimana yang sudah-sudah sehingga orang-orang berdesakan ke Banda Aceh.

Enam wilayah tersebut, dengan kekhususan masing-masing, telah saya rincikan di dalam novel yang berjudul ‘Aceh 1446 H- 2025 M’ yang dalam proses penerbitan, yang akan sampai di tangan masyarakat, paling cepat pada Agustus 2014, insya Allah. Karena secara lengkap telah disebutkan di sana, maka di sini hanya saya sebut sebagiannya.

Enam wilayah itu ialah Banda Aceh/Aceh Besar, Meulaboh/Nagan, Barus (Kutacane/Subulussalam), Takengon/Bener Meriah, Tamiang/Langsa/Aceh Timur, Pase (Lhokseumawe/Aceh Utara). Jarak tempuh di antara ke enam wilayah ini lebih kurang sama.

Dengan adanya pembagian wilayah tersebut, maka masyarakat yang berada di Singkel, misalnya, tidak perlu ke Banda Aceh untuk memperbaiki dirinya, cukup ke Barus. Pembagian pembangunan ini memiliki kekhasan masing-masing, misalnya wilayah pendidikan di Barus, wilayah industri dibangun di Pase, dan sebagainya.

Kita mesti membentuk jaring-jaring kuat di antara wilayah itu. Kendaraan penghubung (transportasi) darat harus dibuat rel listrik dan atau jalan layang. Pembangunan tersebut bisa dilakukan dengan mudah oleh pemimpin-pemimpin di Aceh, hanya tinggal niat baik.

Yang menghairankan, mengapa itu tidak dilakukan supaya Aceh menjadi sebuah wilayah yang mandiri dan bermartabat. Jikalau tidak ada pemimpin Aceh yang melakukan itu, apabila Allah Ta’ala memberikan kesempatan, saya akan melakukannya. Amin.

Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan di Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT).

Ringkasan Sejarah Umat Muslim Hui Cina

Elder Women of Hui Nationality, Xinjiang. Foto: travelchinaguide.com

Alexander Berzin
April 1995

Kaum-Kaum Minoritas Nasional Muslim di Cina

Menurut sensus pada 1990, jumlah penduduk Muslim di Republik Rakyat Cina mencapai angka 17,6 juta; 8,6 juta di antaranya merupakan orang Hui, 7,2 juta orang Uighur, 1,1 juta orang Kazakh, 375.000 orang Kirgiz, 33.500 orang Tajik, dan 14.500 orang Uzbek. Orang Hui utamanya berbahasa Cina, orang Tajik bicara dalam bahasa Indo-Eropa yang berhubungan dengan bahasa Persia, dan yang lain sisanya bicara dalam dialek-dialek Turki. 
Orang Hui termasuk khas di antara lima puluh enam kewarganegaraan Cina yang diakui secara resmi; kekhasannya adalah bahwa agama (Islam) menjadi satu-satunya kategori jati-diri penyatu di antara mereka. Mereka tidak memiliki sebuah bahasa nasional yang dipakai secara umum, mereka telah mengalami banyak kawin-campur dengan orang Cina Han, dan mereka hidup hampir di setiap kota dan kota kecil di sepanjang Cina. 
Mereka memiliki satu daerah otonomi – Ningzia, di antara Gansu sebelah selatan dan Mongolia Dalam – dua prefektur dan sembilan kabupaten otonomi. Kata dalam bahasa Cina “Hui” juga digunakan untuk mengacu pada seluruh umat Muslim, baik di dalam maupun di luar Cina.

Asal-Usul Orang Hui

Walaupun orang Hui merupakan salah satu dari kaum minoritas nasional Cina, mereka tidak terdiri dari bangsa yang seragam. Mereka berasal dari Arab, Persia, Asia Tengah, dan Mongol, dan tiba di Cina dalam beberapa gelombang. Utusan Islam Arab pertama datang ke Cina di masa Wangsa Tang pada 651 M, sembilan belas tahun setelah Nabi Muhammad wafat dan satu tahun setelah penaklukan Arab atas Persia. Sejak itu, walau sebagian besar merupakan orang Arab, ada juga sejumlah kecil pedagang Persia yang bermukim di pesisir tenggara Cina. 
Pada 758, kaisar Cina Tang mengajukan permohonan pada Khalifah Abbasiyyah di Baghdad untuk mengirimkan 20.000 bala tentara untuk membantu memadamkan pemberontakan An Lushan. Para serdadu Arab dan Persia ini menetap di Cina setelahnya, bermukim di wilayah-wilayah barat laut Ningzia dan Gansu. Kemudian, pada 801 bangsa Tibet melibatkan 20.000 tentara bayaran Arab dan Sogdiana untuk membantu mereka dalam perang melawan kerajaan Nanzhao di Yunan, sebelah barat daya Cina. Walaupun Tibet mengalami kekalahan, para prajurit Muslim ini tetap tinggal di daerah itu. 
Gelombang kedatangan bangsa Arab terjadi lagi saat 15.000 prajurit Arab tiba pada 1070 dan 1080 atas undangan kaisar Cina Song Sebelah Selatan untuk membangun sebuah kawasan penyangga di Cina sebelah timur laut antara kerajaannya yang menciut dan Kekaisaran Khitan yang meluas.
Akan tetapi, bagian terbesar dari masyarakat Hui turun dari dua sampai tiga juta orang Muslim Asia tengah yang dibawa oleh penguasa Mongol, Khubilai (Kublai) Khan ke Cina pada 1270an sebagai pasukan tempur cadangan. Mereka membantu penaklukannya atas Cina sebelah selatan pada 1279 dan, di masa damai, menetap di seluruh Cina sebagai pedagang, buruh tani, dan pengrajin.
Salah satu cucu Khubilai Khan, Ananda, dibesarkan oleh orangtua asuhnya yang Muslim Persia. Pada 1285, ia menjadi Pangeran di Anxi, sebuah wilayah yang membentangi wilayah kerajaan Tangut yang takluk di Gansu, Ningzia, dan Sichuan. Kaum Tangut mengikuti perpaduan ajaran Buddha Tibet dan Cina. Bersama sepupunya, Ghazan Khan dari Wangsa Ilkhaniyyah di Persia, Pangeran Ananda menjadi mualaf pada 1295. 
Alhasil, 150.000 bala tentara Mongol yang kuat di Anzi dan sebagian besar kaum Tangut juga menganut Islam. Oleh karena itu, pada akhir Wangsa Yuan Mongol pada 1368, orang Hui menjadi kaum minoritas terbesar di Cina.

Perlindungan terhadap Orang Hui Selama Wangsa Ming

Menurut banyak cendekiawan, pendiri Wangsa Ming, Wangsa Cina Han pribumi yang memerintah Cina setelah bangsa Mongol, sebetulnya merupakan seorang keturunan Hui, walaupun kenyataan ini tetap disembunyikan. Setelah mengalahkan bangsa Mongol, ia memberikan kemerdekaan keagamaan, politik, dan ekonomi pada masyarakat Hui. Akan tetapi, sebagai cara untuk melindungi mereka dari prasangka orang Cina Han, ia menitahkan bahwa orang Hui wajib menikahi, berbicara dalam bahasa, dan berbusana layaknya orang Cina. Sejak saat ini, orang Hui kehilangan akar kebudayaan mereka yang beragam.

Penganiayaan Umat Muslim oleh Manchu semasa Wangsa Qing

Sebagai reaksi keras terhadap perlindungan Ming atas orang Hui, Wangsa berikutnya yang memerintah Cina, Wangsa Qing Manchu (1644 – 1912), memulai tindakan penganiayaan terhadap orang Muslim di Cina. Penganiayaan ini merembet ke umat Muslim Uighur di Turkistan Timur pula. Antara tahun 1648 dan 1878, lebih dari dua belas juta orang Muslim Hui dan Uighur terbunuh dalam sepuluh perlawanan gagal melawan penindasan Qing. 
Akan tetapi, orang Tibet yang juga ditindas oleh pasukan-pasukan Manchu dan Cina Han, mempertahankan hubungan baik dengan orang Hui. Dalai Lama Kelima, misalnya, mengunjungi para pemimpin Islam Hui di Yinchuan, ibukota Ningxia sekarang, pada 1652 dalam perjalanannya menuju Istana Kerajaan Manchu di Beijing. Mereka membahas persoalan-persoalan filsafat dan keagamaan.

Perpindahan ke Kirgizstan – Orang Dungan

Dua gelombang orang Hui berpindah ke Turkistan Barat di bawah kekuasaan Rusia pada akhir abad ke-19. Kelompok pertama tiba pada 1878 dari Gansu dan Shanzi, setelah permberontakan yang gagal melawan kekuasaan Manchu. Gelombang kedua datang pada 1881 dari lembah Sungai Ili di Turkistan Timur sebelah barat jauh. 
Bangsa Rusia telah menduduki daerah ini pada 1871, tapi setelah wilayah tersebut kembali ke pangkuan Cina dengan berlakunya Perjanjian St. Petersburg pada 1881, penduduk setempat diberi pilihan menjadi warga negara Cina atau Rusia. Dua gelombang pendatang Hui ini sebagian besar bermukim di lembah Sungai Chu Kirgizstan, dekat Bishkek. Mereka menyebut dirinya Orang Dungan.

Hui Barat dan Timur

Kini, orang Hui di Cina terbagi menjadi dua kelompok besar. Orang Hui Barat, berpusat di Ningxia, juga hidup di Gansu (baik di bagian dalam maupun luar Amdo), Qinghai, belahan barat Mongolia Dalam, dan provinsi-provinsi Cina sebelah utara seperti Shaanzi, Shanxi, Henan, dan Hebei. Inilah orang-orang Muslim yang dalam jumlah besar pindah ke Tibet Tengah dan yang sekarang memiliki sepertiga dari keseluruhan toko yang ada di Lhasa. 
Pusat kerohanian dan kebudayaan mereka adalah Lingxia, yang berkedudukan di antara Wihara Labrang dan Lanzhou di Gansu. Orang Hui Timur utamanya tinggal di belahan timur Mongolia Dalam.berzinarchives.com

Di Turki, Kucing dan Anjing Jalanan Dipelihara oleh Negaranya

Written By Peradaban Dunia on Friday, July 25, 2014 | 11:40 AM

Seekor anjing memakan makanan dari vending machine buatan perusahaan bernama Pugedon yang disediakan oleh negara di Istanbul, Turki. Foto: why-ed.com
Di beberapa negara, kucing dan anjing dibiarkan survive sendiri sebagaimana manusia yang sama-sama mencari makanan untuk bertahan hidup. Di antara mereka haru mengalami nasib malang karena kelaparan atau bahkan disiksa oleh manusia itu sendiri.

Lain halnya dengan di Turki baru-baru ini. Negara itu bahkan memberikan kesempatan bagi para binatang jalanan seperti anjing dan kucing untuk bisa tetap makan dan minum. Di sana ada sebuah vending machine yang secara otomatis bisa mengeluarkan makanan dan minuman untuk para anjing dan kucing yang lewat.

Cara kerja mesin ini juga membuat banyak orang lebih perhatian dan sadar akan lingkungan. Saat ada orang yang punya air mineral dan tak bisa menghabiskannya, mereka bisa menyalurkan airnya pada lubang khusus mesin ini. Air itu nantinya akan diminum oleh kucing atau anjing yang lewat.

Seorang anak memasukkan minuman dan makanan ke dalam vending machine buatan perusahaan bernama Pugedon yang disediakan oleh negara di Istanbul, Turki. Dan seekor anjing melahap makanan yang disediakan. Foto: inquisitr.com

Vidio tentang orang-orang memasukkan makanan dan air ke mesin tersebut dan anjing memakannya bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=SZ7Znh67lnA

Selain itu, botol plastik tadi bisa dimasukkan ke lubang yang lain, kemudian makanan untuk anjing dan kucing ini akan keluar di wadah sebelah tempat minum. Tak hanya orang dewasa, anak-anak sangat antusias menyambut mesin yang sangat bermanfaat ini.

Selain bisa mengurangi masalah sampah plastik, juga bisa berbagi dan lebih memperhatikan binatang jalanan yang terlantar seperti anjing dan kucing. Sebelumnya, sekitar 150.000 anjing dan kucing terlantar di jalanan dan tak ada yang memperhatikan. Sampai sebuah perusahaan memberikan perhatian khusus pada masalah ini.

Anak-anak Turki bersuka ria memasukkan makanan dan minuman ke dalam vending machine buatan perusahaan bernama Pugedon yang disediakan oleh negara di Istanbul, Turki. Foto: elitedaily.com
Perusahaan itu bernama Pugedon. Mereka membuat sebuah vending machine yang bermanfaat bagi lingkungan, manusia dan binatang terlantar. Setidaknya ini merupakan awal dari hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam sekitarnya. Mengingat belakangan juga banyak sekali masalah sampah dan penyiksaan hewan.

Wah, semoga makin banyak negara yang mencoba sistem ini. Siapa tahu Indonesia juga bisa menerapkannya. Karena tak sedikit muda-mudi kita yang sangat peduli dengan kucing dan anjing yang terlantar.

Seekor kucing memakan makanan dari vending machine buatan perusahaan bernama Pugedon yang disediakan oleh negara di Istanbul, Turki.. Foto: kelownanow.com
Kasih sayang terhadap binatang yang dicontohkan oleh orang Turki ini mengingatkan kita pada novel 'My Name is Red' karya Orhan Pamuk, penduduk Istanbul, Turki yang memenangkan nobel sastra dunia pda tahun 2006.

Dua orang gadis Turki memasukkan makanan dan air ke dalam vending machine buatan perusahaan bernama Pugedon yang disediakan oleh negara di Istanbul, Turki. Foto: why-ed.com
Di dalam buku yang mengisahkan ketinggian peradaban Islam di zaman Ottoman Turkish itu terdapat satu bab yang berjudul 'Aku adalah Seekor Anjing'. Apakah pemberian makanan untuk anjing dan kucing terlantar di Turki ini dipengaruhi oleh buku tersebut atau tidak, hanya orang Turki yang mengetahuinya.

Dan, itu menunjukkan bahwa bangsa Turki memiliki peradaban yang tinggi, jangankan manusia, anjing dan kucing jalanan saja dihargai dan diberikan makanan dan minuman.vemale.com

Dukung Fadhli Aceh Bertahan di Delapan Besar AKSI Indosiar Malam Ini

Written By Peradaban Dunia on Thursday, July 24, 2014 | 6:45 AM

Ketik Fadhli (spasi) AKSI (kirim) ke 7288

Zul Fadhli
Banda Aceh - Muhammad Zul Fadhli, satu dari sepuluh kontestan yang tampil di Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2014 malam ini. Kehadiran Fadhli di AKSI Indosiar kali ini untuk mengharumkan nama Provinsi Aceh di tingkat nasional.

“Alhamdulillah Fadhli masuk 10 besar, ini merupakan doa masyarakat Aceh dimana Fadhli tampil kembali bersaing bersama finalis lainnya di AKSI Indosiar 2014, mohon dukungan penuh dari masyarakat Aceh ban Sigom Aceh, dan Masyarakat Indonesia dari sabang sampai Maroke, dan seluruh teman teman di yang di negeri jiran yakni satu Malaysia dan seluruh masyarakat diseluruh dunia yang menyaksikan AKSI mala ini yang disiarkan langsung di Indosiar,” kata Fadhli AKSI yang saat ini sedang berada di Jakarta, Rabu, 23 Juli 2014.

Fadhli akan tampil malam ini dengan tausiah bertema “Mengembangkan Kualitas Umat”. Fadhli satu dari empat kontestan AKSI asal Aceh, yang masih bertahan. Beberapa waktu lalu ia sudah melakukan Tabligh Akbar “Saweu Syedara” ke sejumlah daerah di Aceh, seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Banda Aceh, dan Sigli.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan selama ini dan mengajak semua masyarakat Aceh mendukungnya kembali di persaingan 10 besar yang sangat sengit ini, dengan cara Ketik AKSI (spasi) FADHLI kirim ke 7288, ‘Beumeuhasee lagee ban hajat’,” cetusnya.

Seperti diketahui, Fadhli adalah generasi Aceh yang memiliki segudang prestasi, dia merupakan buah hati dari almarhum Tengku Razali dan Zarniah dan merupakan adik kandung dari pelantun lagu Ratep Meutuah, Joel Pasee, penyanyi Aceh yang juga memiliki segudang prestasi.

Lelaki kelahiran Blang Pulo 19 Desember 1989 ini, pada 2008 silam mendapatkan juara pertama lomba Pidato antar sekolah se-Kota Lhokseumawe. Selanjutnya, pada tahun 2010 dirinya berhasil meraih juara pertama khutbah jumat se-Kota Lhokseumawe.

Pada tahun 2013 lalu, prestasi yang sangat membanggakan Aceh dan Universitas Almuslim tempatnya menuntut ilmu, ia meraih juara kedua Lomba Pidato Bahasa Melayu Internasional, memperebutkan piala Perdana Menteri Malaysia.*

Surat Terbuka untuk Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdoğan dari Thayeb Loh Angen

Kepada Yth: 

Pemimpin Yang Agung, Tuan Recep Tayyip Erdoğan

Recep Tayyip Erdoğan. Foto: wikipedia.org
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya tidak perlu mengatakan di sini tentang kemajuan sikap bangsa Turki semenjak Tuan memimpinnya, seluruh dunia tahu itu dan banyak pemimpin lain pun melakukannya. Namun, Tuan telah melakukan hal yang menisbahkan Tuan adalah pemimpin yang agung dan Turki sebagai bangsa beradab yang mempedulikan bangsa lain.

Kami telah mengikuti perkembangan sikap Tuan dan bangsa Turki terhadap pembantaian massal oleh negara Israel terhadap bangsa Palesina di Gaza. Protes-protes terhadapnya dilakukan di berbagai belahan bumi.

Namun, yang paling berani dan berpengaruh dari sekalian sikap itu ialah sikap Tuan Recep Tayyip Erdoğan, dengan:

1. Menyatakan bahwa Israel lebih kejam daripada Hitler karena membantai orang Palestina;
2. Pemboikotan setiap barang buatan (produk) Israel di wilayah negara Turki;
3. Yang paling mengesankan adalah sikap Tuan yang menolak untuk berbicara dengan presiden Amerika Serikat Barack Obama karena ia mendukung penyerangan oleh Israel ke Gaza, Palestina.

Panjang umur Pemimpin Yang Agung.

Banda Aceh, 24 Juli 2014.

Wassalam,
Thayeb Loh Angen.
Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT), Aceh, Indonesia.

Fadhli Aksi Ceramah di Banda Aceh

Written By Peradaban Dunia on Saturday, July 19, 2014 | 3:39 AM


Muhammad Zulfadli

Banda Aceh - Peserta asal Aceh di Akademi Sahur Indosiar- Aksi Dai Indosiar 2014, Muhammad Zufadhli (Fadhli Aksi) dipastikan besok akan mengantarkan tausiah di Banda Aceh. fahdli direncanakan akan membawa tausiah di acara Silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan wartawan dan organisasi kemasyarakatan di Banda Aceh.

Muhammad Zulfadhli adalah Mahasiswa Al-Muslim Aceh dan Alumni Pasantren Moderen Misbahul Ulum, Aceh," berhasil melewati gerbang AKSI Indosiar 2014 baru baru ini.

Kasubag makalah walikota, Wirzaini, mengatakan Fadhli Aksi juga akan menghadiri undangan Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE, pada kegiatan Silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan wartawan dan organisasi kemasyarakatan yang bertempat Kediaman Walikota Banda. Lr. Bak Asan Dsn. Siyung Yung Gp.lamdingin, Banda Aceh.

Sementara itu, abang kandung Fadhli Aksi, Joel Pasee, membenarkan bahwa Fadhli Aksi akan memenuhi undangan teman teman di Banda Aceh, yaitu besok, Sabtu, (19 Juli 2014) pada kegiatan ajang Silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan wartawan dan organisasi kemasyarakatan di Banda Aceh,

“Iini sebuah penghargaan bagi Fadhli untuk menyampaikan rasa terimaksihnya kepada masyarakat Aceh dan Banda Aceh khususnya yang sudah membantu SMS dan dukungan kepada Fadhli di Aksi Indosiar selama ini" kata Joel Pasee, Jumat (18/7) di Banda Aceh. .

Joel Pasee juga mengaku, sejak kembali Fadhli ke Aceh, fadhli juga melakukan Tabligh Akbar Keliling "Roadshow Aceh Ramadhan" dengan tema "Fadhli Saweue Syedara".
Sebelumnya Fadhli juga sudah bertausiah di Bireuen, Lhokseumawe dan Insyaallah besok akan tampil di Banda Aceh.akunya.dedex ktb

PuKAT Kirim Mahasiswa ke Harman Internship Turki

Ariful Azmi Usman. Foto: Facebook.com
Banda Aceh - Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT) mengririmkan seorang mahasiwa dari Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk mengikuti Harman Internship Program (GIPUS - Global Internship Program for Undergraduated Students) yang akan berlangsung pada 1 sampai 31 Agustus 2014 di Istanbul, Turki.

Acara tersebut diperbuat oleh Eurasia Turkic Culture Strategic Research Foundation (ASAV) dan diikuti oleh mahasiswa daripada beberapa benua. Ariful Azmi Usman (21),  terpilih mewakili Indonesia setelah  mengikuti berbagai tahapan seleksi bersama sejumlah calon peserta lainnya, mulai dari seleksi berkas hingga tahap wawancara dengan perwakilan pelaksana program di Malaysia.

Setelah mengikuti seleksi selama dua bulan oleh pengurus PuKAT, Ariful terpilih mewakili Aceh dan Indonesia. Mahasiswa yang juga merupakan Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh asal Kota Lhokseumawe tersebut, mengaku sangat bersyukur bisa membawa nama Aceh dan Indonesia di kancah Internasional.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terpilih menjadi wakil Aceh dan Indonesia dalam program ini. Seleksinya saya ikut sejak akhir Maret lalu, dan pengumumannya sekitar bulan Juni 2014 kemarin, rencanaya saya berangkat akhir bulan ini, insya Allah,” kata Ariful, Jumat, (18/7/2014).

Menurut Ariful, tak hanya Indonesia, perwakilan dari negara lain juga  ikut hadir dalam acara ini, dan akan ditempatkan pada perusahaan dan lembaga yang telah ditentukan. Tak hanya itu, para peserta juga mengikuti berbagai seminar dan kunjungan formal selama di Turki. “Di sana nanti saya akan bergabung dengan kawan-kawan dari negara lain, masing-masing negara diwakili satu orang,” jelasnya.serambinews.com

Sri Maulita Dapat Bantuan KWPSI

Written By Peradaban Dunia on Thursday, July 17, 2014 | 9:43 PM

Wartawan Peradaban Dunia, Thayeb Loh Angen (tiga dari kanan) dan sineas Irfan M Nur (dua dari kanan), menyerahkan bantuan dari Kaukus Wartawan Peduli Sayriat Islam (KWPSI) kepada Sri Maulita, yatim penderita bocor jantung asal Reubee, Kecamatan Delima, Pidie, yang kini ditampung sementara di rumah wartawan Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, selama masa tunggu waktu operasi tiba di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, (17/07/2014). Terlihat di foto (dari kanan): Abdullah, Irfan M Nur, Thayeb Loh Angen, Sri Maulita, Darma, Juliani, Ifra Munira, Humaira. Foto: Zainal Arifin M Nur.
Banda Aceh - Harian Serambi Indonesia memberitakan sebagaimana laporan Zainal Arifin M Nur, Sri Maulita (14), terlahir dalam keluarga miskin di Gampong Meunasah Daboh, Reubee, Kecamatan Delima, Pidie. Ayahanda daripada Sri Maulita yang bernama Mukhlis Ibrahim telah pun meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun 2011 lalu.

Sejak itulah Sri Maulita hidup bersama ibundanya Darma (32), abangnya Arismunandar (kini berusia 16 tahun dan berstatus siswa MAN Delima), serta adik perempuannya, Khairun Nisa Fitri (12). Dia bersama abangnya, terkadang juga adiknya yang kini duduk di kelas 6 MIN Reubee, ikut bekerja membantu sang ibunda sebagai pekerja upahan di sawah.

Awalnya semua berjalan sebagaimana biasa, sebagaimana kehidupan kebanyakan penduduk fakir dan yatim di pedalaman Aceh. Hingga sejak tiga bulan terakhir, tepatnya pada November 2013, Darma pun melihat perubahan pada diri puterinya.

Sri Maulita yang biasanya ceria pun sering terlihat murung dan kerap menyendiri. Maulita juga tidak lagi mampu mengayuh sepeda untuk menuju sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gampong Aree, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya.


SRI Maulita, duduk di pangkuan ibundanya, Darma, ditemani sang adik Khairun Nisa, di rumah mereka, Gampong Daboh Reubee, Kecamatan Delima, Pidie, Jumat (31/01/2014).  Foto: Serambinews.com/Zainal Arifin.
Darma mengatakan bahwa terkadang dirinya menemukan Maulita menangis sendiri. Saat kelelahan waktu pulang sekolah, tubuhnya kerap bergetar dan suhu badannya panas. Du'a untuk kepulihan Sri Maulita masih pun diharapkan dari kita.serambinews.com

Fachrurrazi: Lagu Prang Sabi Ala Niken Harus Segera Ditarik dari Youtube

Written By Peradaban Dunia on Tuesday, July 15, 2014 | 6:50 AM

Lembaran Asli Hikayat Prang Sabi karangan Tgk Chik Pante Kulu. Foto: wikipedia.org
Banda Aceh – Mantan Aktivis GAM, memprotes keras terhadap dinyanyikannya Hikayat Prang Sabi yang merupakan syair pembangkit semangat perang di Aceh oleh Niken KDI dengan arransmen dangdut dan direkam untuk dikomersilkan.

“Syair Hikayat Prang Sabi pembangkit semangat perang di Aceh karangan Tgk Chik Pante Kulu yang telah dikumandangkan sejak masa peperangan dengan Belanda menjadi syair yang dihormati oleh seluruh rakyat Aceh. Tgk. Chik Pante Kulu merupakan Sosok tokoh Ulama Kharismatik Aceh yang dengan susah payah mengarang hikayat tersebut guna untuk membangkitkan semangat pejuang untuk mengusir Penjajah Belanda,” kata Fachrurrazi, di Banda Aceh, 14 Juli 2014.

Dia menyatakan, syair itu juga turut dikumandangkan oleh tentara GAM sebelum Penandatanganan MoU Helsinki. Namun, kata dia, tingkah Niken telah menjatuhkan marwah Hikayat tersebut.

“Kami kecewa ketika mendengar dan melihat Vidio klip Hikayat Prang Sabi yang dinyanyikan oleh Cut Niken. Itu merupkan penghinaan. Sebagai langkah damai, kami minta lagu tersebut segera ditarik dari youtube yang telah tersebar luas dan Cut Niken beserta krunya meminta ma’af kepada rakyat Aceh,” kata Fachrurrazi.

Fachrurrazi juga mengatakan, hal-hal yang menyangkut kebanggaan rakyat Aceh seperti Hikayat Prang Sabi, sebaiknya tidak dijadikan bahan komersial dan tempat mencari popularitas. HIkayat Prangsabi sangat berbeda dengan Hikayat-hikayat lainya. Kata dia, tidak wajar bagi Niken yang merupakan seorang penyanyi dangdut KDI untuk menyanyikan hikayat tersebut dengan bahasa Aceh yang tidak begitu fasih.

“Itu adalah lagu semangat perang, musik yang sesuai untuknya adalah orchestra atau marching band yang dinyanyikan oleh orang-orang yang benar-benar ahli dengan persiapan yang cukup, bukan dinyanyikan sembarangan untuk joget-joget dan mencari tenar sebagaimana yang dibuat oleh Cut Niken,” kata Fachrurrazi.

Fachrurrazi
Fachrurrazi menyatakan, dia dan rekan-rekan sama sekali tidak akan bernegosiasi dengan pihak ILA Production tentang lagu tersebut. Karena, menurutnya, itu bukan masalah kebebasan mengekspresikan seni, tetapi itu adalah masalah harga dari sebuah karya seni yang legendaris milik seluruh rakyat Aceh dari zaman ke zaman.

Fachrurrazi juga menekankan kepada pemerintah Aceh untuk menjaga keorisinalan hikayat tersebut agar tidak diutak atik oleh pihak-pihak tertentu.

“Sebelum masalah ini menimbulkan konflik yang meluas, kami minta, lagu itu segera dihapus dari youtube dan ILA Production bersama krunya meminta ma’af kepada rakyat Aceh,” kata Fachrurazi.

Aulia Fitri selaku Sutradara di ILA Production saat dihubungi Reportase kamarin 14/07/2014, malam via telpon seluler mengatakan, “ Bahwasanya lagu Hikayat Prangsabi Cipta Tgk. Chik Pante Kulu yang dinyanyikan oleh Cut Niken KDI itu merupakan Singel yang belum dijadikan sebuah Album.”

Saat ditanya mengenai kecaman dari sejumlah Aktivis tentang beredarnya Singel Hikayat Prang Sabi di Youtube yang dinyanyikian Cut Niken KDI, Aulia Fitri menjawab, “Bahwasanya makna lagu Hikayat Prang Sabi tergantung pola pikir, bagaimana yang menilainya.*

Berita Pilihan

Berita Campuran

 
Web Design : Peradaban Dunia Team | Redaksi | About
Copyright © 2011. Peradaban Dunia - All Rights Reserved
www.peradabandunia.com